PUAS LUAR DALAM KARENA FLANEL
Awalnya saya tidak kenal dengan Flanel/Felt dan Crafter, bahkan tak pernah terlintas dalam benak saya untuk bisa menjadi seorang Crafter.Saya adalah ibu rumah tangga dengan 2 orang anak (11th dan 3th) yang bekerja menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil yang kesehariannya sibuk dengan rutinitas yang itu dan itu. Hingga suatu saat perusahaan itu ditutup karena suatu hal. Setelah satu tahun tidak bekerja dan dalam satu tahun tersebut saya terbuai dengan uang pesangon,bener2 menikmati hari hari tanpa berfikir untuk membuka usaha ataupun bekerja ditempat laen, karena disamping itu saya masih konsentrasi dengan anak ke 2 yang harus Teraphy rutin 1 minggu 2x (Senin &
Kamis) karena terkena virus yang menyerang syaraf, oleh dokter di diagnosa Down Delay/GTK(Gangguan Tumbuh Kembang),,,,hingga setelah Teraphy 1,5 tahun dia baru bisa berjalan tepat umur 2,5 tahun.
Hingga suatu ketika uang pesangon menipis dan benar2 menipis mungkin tinggal 10% nya saja, dan saya benar2 mengandalkan uang dari suami. Tetapi karena saya sudah terbiasa bekerja dan punya uang dari keringat sendiri ( walau pun tidak banyak ) saya sudah merasa tidak tenang bingung dan kelimpungan, hingga suatu sore saya melihat kain flanel
punya anak pertama sisa dari tugas pekerjaan tangan dari sekolah. Flanel itu ada 4 potong (50cm x 23cm) dengan 4 macam warna lengkap dengan jarum dan 4 roll benang sulam dengan warna senada. Juga lem tembak tanpa alat.
Tangan saya gatel, ambillah gunting, kain flanel, lem dan benang utak– atik jadilah bros. Masya Allah... saya bisa bikin bros terus ada pertanyaan besar dalam banak saya, bros ini kalo saya jual laku ndak ya?? Akhirnya bisa bikin 4pcs bros dengan warna kombinasi, bros itu saya bawa waktu nganter teraphy anak. Sungguh di luar dugaan saya. 4pcs bros tersebut langsung laku terjual habis dengan harga @3000, bahkan karena tidak kebagian terus pada pesen..... Ya Allah.. terimakasih atas karuniamu.... Ternyata Allah tidak tinggal diam, jika kaum Nya mau berusaha jalan pasti dibukakan bahkan lebih lebar dari yang kita minta.Berawal dari situ saya aktif produksi, waktu itu baru berbentuk bros kamboja saja. Dengan putik/tengah roll kombinasi warna.
Tanggapan dari pembeli pun bermacam – macam, ada yang pesen 5, 2, 3 bahkan ada yang pesen bentuk lain, tetapi ada juga memberi komentar pedas yang sempat bikin saya down. Katanya “ kain flanel kan murah, bikin bros kayak gitu aja gampang masa dijual Rp.3000, mahal banget siihh......”Waktu itu saya hampir nyerah yang biasanya ke arisan saya bawa, jadi tidak bawa lagi (karena yang bilang gitu ibu – ibu temen arisan RT). Mau bikin lagi jadi males tetapi teman – teman yang pada ngantar teraphy anaknya di RS masih pada pesen dengan bentuk dan warna yang mereka suka. Akhirnya saya bersemangat produksi lagi...dan lagi... bahkan mulai bikin ganci juga walaupun masih dalam bentuk yang sangat
sederhana tetapi Alhamdulillah laris manis. Dibantu anak saya yang pertama promosi ke teman – teman sekolah dan juga anak – anak TPA, yang fast moving waktu itu ganci love dengan sepasang nama, angry bird dan hello kitty masing – masing dengan tempelan nama, bahkan di tempat terapi ada yang pesen 16pcs sekaligus. Akhirnya setiap kali teraphy
anak, saya berangkat bawa barang dan pulang bawa kertas pesanan juga uang hasil penjualan.
Alhamdulillah walaupun omsetnya belum banyak setidaknya bisa membantu uang bensin dan uang jajan tiap kali terapi. Bangga banget rasanya pas pulang bisa bawa sayuran yang dibeli dari hasil penjualan dan hasil keringet sendiri,,,makan lauk tempe pun rasanya nikmaaaattt banget,,,,Bahkan waktu itu saya sampai kehilangan akal mau bikin bentuk sepertiapalagi yaa?? Karena pada minta bentuk laen padahal saya masih kelas
nol belum bisa mengembangkan ide dan gurupun belum nemu,,,,
Akhirnya dengan fasilitas dan bantuan Facebook dan mbah Google,,,,Ya Allah,,,ternyata ada to Komunitas pecinta Flanel, bahkan tidak Cuma 1 tau 2 ternyata berpuluh puluh grup,,,(hello,,,,kemana ajja aku selama ini, buka FB sih tiap hari tapi kurim tetep,,,hehehe). Saya bener-bener tercengang, Subhanallah,,,,buanyak sekali crafter di Indonesia yg cinta flanel plus karya-karyanya yg sungguh luar biasa hebat,,,,Waaww girangnya hatiku, membuat saya semakin bersemangat untuk bisa membuat ketrampilan yg beraneka ragam, yang tadinya saya tidak bisa membuat tetapi karena ada tutorial dan sharing dari teman-teman akhirnya saya bisa mempraktekkan dan sedikit mengembangkan.
Dari situ saya lebih bersemangat untuk menjadi crafter walaupun masih di kelas teri, yang penting saya nyaman dan anakpun dapat perhatian penuh. Mulailah ada reseller, bahkan orderan pertamanya sungguh di luar dugaan, nilainya ratusan ribu dan dibayar Cash. Berawal dari orderan yang mulai banyak dan harus selesai dalam tempo yang sudah ditentukan akhirnya mau tidak mau mulailah ilmu kalong digunakan, ngefelt di malam hari sampai larut, bahkan pernah sampai pagi alias tidak tidur karena deadline pagi itu juga. Dan,,,karena itu pertama kali saya lembur sampai pagi dan sama sekali tidak tidur, rasanya kepala ini mau lepas, mata kunang-kunang, muka pucat, lemes, lunglai pikiran kosong,,,tetapi PUAS!!! Karena langsung dapat uang Cash,,,,Alhamdulillah yaa Allah,,,terimakasih.
Dan walaupun masih dalam tahap belajar, tetapi ada juga yang order tutup kulkas, kotak tissue dan sarungnya sekali order langsung 6 pcs mau dipake sendiri buat kliniknya, nah itu juga kenalan di RS (ternyata di tempat anakku teraphy rejeki itu datang).
Awal mula Kaos Aplikasi Karena ada kelainan (sakit) akhirnya teman teraphy anak saya harus dikhitan, dari situ saya berfikir mau kasih kado apa ya yang beda dan yang special, akhirnya saya beli kaos polos dan ditempel aplikasi flanel. Di luar dugaan saya ternyata, setelah kaos jadi dan ada yg melihat dia langsung pesen 2 buat anaknya, orderan pertama dapat 5 kaos.
Ya Allah,,, betapa senangnya hatiku,,,, Dan Alhamdulillah, sejak saat itu orderan kaos aplikasi flanel tidak pernah sepi, selalu antri hingga akhirnya saya merasa tidak sanggup mengerjakan semua orderan sendirian. Saya ajak ibu-ibu rumah tangga sikitar rumah yang sekiranya berminat untuk mencoba pegang gunting, flanel dan jarum jahit. Akhirnya dapat deh 3 orang ibu yang produksi dan 1 orang yang punya jiwa marketing yang selalu bawa produk ke berbagai acara (pengajian, TPA, senam, bahkan piknik ke pantai pun dia bawa bros untuk dijual dan laris maniisss,,,) Alhamdulillah walaupun sedikit tapi lancar.
Di samping sisi ekonomi yang terbantu, ternyata flanel juga membuat saya lebih dekat sama sang Khaliq, bagaimana tidak, yang dulunya jam 22.00 sudah tidur sampai pagi, sekarang jam 2 atau jam 3 terbangun karena ingat orderan. Tetapi sebelum ngefelt kan harus ke kamar kecil untuk (maaf) buang air kecil dan cuci muka, nah daripada Cuma cuci muka kenapa tidak wudlu sekalian?? (menasehati diri sendiri). Akhirnya tiap kali lembur bisa sujud dulu.
Dan ternyata tidak cuma kepuasan materi yang saya dapat dari flanel, batinpun tenang dalam artian Flanel bisa membuat saya puas luar dalam, karena Flanel bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Itulah sekelumit cerita tentang perjalan saya dan flanel, sekarang saya benar-benar jatuh cinta sama flanel, sungguh tiada hari tanpa flanel, liburpun flanel tak pernah hilang dari ingatan,,,
Terimakasih
Oleh Siti Nasrifah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar