Bismillahirrohmanirrohim..
Nb: Pengarang meminta maaf sebesar-besarnya apabila terjadi kesamaan nama,tempat dan kejadian karena ini hanya cerita fiktif... ^_^ Happy Reading..
Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan agar dapat tercipta karya yg lebih baik lagi.
... ...
“PRINCESS FLANEL IBU”
Pukul 20.56 WIB. Ini waktu dimana rumah itu mulai sepi dari aktivitas manusia. Seorang gadis berkerundung masuk lalu menekan saklar- saklar lampunya.CTEK!.
Terang. Namun terlihat gelap di pandangan gadis itu. Buram, lampu itu mulai lelah menerangi, atau gadis itu yang mulai lelah.Rupanya ia mulai terlelap...
Disudut ruang kamar yang lain... lampu masih menyala menyebarkan cahaya sinar terangnya. Ternyata sejak tadi ibu masih belum tidur.Tapi tak lama kemudian.. ibu telah usai dengan pekerjaannya
.
# Keesokan harinya...
“ Putri...!!!” teriak ibu memanggilku.Ya.. Putri namaku. Aku masih sekolah SMKN 1 Kusuma Bangsa Mojokerto dengan jurusan teknik komputer dan jaringan. Rumahku memang lumayan jauh dari kota. Namun, sebagai anak teknik, aku cukup tau perkembangan teknologi. Ibuku seorang penjual jajanan dipasar , sedangkan ayah adalah seorang operator mesin alat berat yang jarang pulang kerumah.
kata ibu “kita harus jadi seperti AKAR yang GIGIH mencari air. Menembus tanah yang keras, demi sebatang POHON. Ketika sang pohon TUMBUH,berdaun RIMBUN, berbunga INDAH, tampil ELOK dan mendapat PUJIAN. AKAR tak pernah mengeluh. Ia tetap bersembunyi didalam tanah..begitulah Kerja keras, ketulusan tanpa kenal lelah dan mengeluh.
Sesegera mungkin kupenuhi panggilan ibu. Aku bermaksud meminta izin untuk berangkat ke sekolah. Seragamku telah rapi,jilbabku sudah cantik berhiaskan bros bunga flanel karya ibuku. Aku bawa pula bermacam-macam karya flanel ibuku yang ternyata semalaman dibuat olehnya. Ibuku memang pandai membuat kerajinan. Putri bermaksud ingin mempromosikan karya ibu.Siapa tahu banyak peminatnya dan laku dipasar. *hal itu muncul dalam benakku.
# Disekolah ...
“Wiihh.. putri!.kamu bawa apa tuh? Kok warna-warni? Sini aku boleh lihat kan??..
“ Oh.. iya Abel , ini ada macam-macam kerajinan. Ada bros, gantungan kunci, gantungan hape. Lucu-lucu. Kamu mau beli?? (he he he ini awal promosi dagangan pertamaku)
“Uhm.. yang ini lucu. Aku mau beli ini satu ya.. (sambil nunjuk gantungan kunci cii bulet )
Dalam hati *(alhamdulillah respon ke karya flanel ibu ini bagus)..
Lama- kelamaan Lambat tapi pasti karya flanel yang aku bawa mulai dikenal teman-teman sekolah dan sekitarnya. Sampai adek kelas banyak yang pesen dan aku harus menyediakan buku sendiri untuk mencatat pesanan..ada yang bilang..” Wahh brosnya Cantik-cantik. Buat sendiri tah??”ada juga yang bilang “yang ini lucu”, dan “itu unyu-unyu”.. semuanya pada bilang suka.dan maunya besok dibawakan lagi.
Akhirnya aku pulang membawa bros flanel yang tinggal beberapa biji saja didalam tas.
“Alhamdulillah bu... bros flanelnya tadi laku lumayan banyak. Ada yang pesan juga bu.” Ucapku
Ibu tersenyum bahagia bersyukur atas rezeki yang kami dapatkan hari ini.
“Tapi putri jangan sampe’ lupa belajarnya ya? Ibu ndak menyuruh putri
jualan di sekolah tapi belajar yang rajin supaya dapat prestasi dan
beasiswa” tutur ibu
“Baik bu.. Putri tidak akan lupa sama kewajiban putri sebagai pelajar.” Ucapku sambil mengangguk pelan.
Hari berganti hari...
Semakin lama semakin banyak saja yang memesan produk flanel karya ibuku. Namun, namanya juga produk jualan. Pembeli hanya berasal dari daerahku saja daan lama kelamaan bosan juga..Abel teman baikku yang sedari tadi di lab. Komputer sekolah hanya memandangiku, kini angkat bicara...
“Putri.. sebenernya dari kemaren aku ada ide tapi belum sempet bilang ke putri.” Kata Abel serius.
“iya.. ada apa ya bel.. Abel bilang aja..”
“Begini put... aku ada saran gimana kalo kita promosikan karya flanel ibumu secara online?’ ujarnya.
“Online???” seruku
“iya put.. secara online.. jadi kita bisa promosikan produk flanel
lebih luas.. kan karyanya cantik-cantik juga pasti peminatnya banyak!!”
ucap Abel bersemangat.
“Tapi terkadang aku kasihan sama ibu sampai
tidur larut malam, begadang menyelesaikan pesanan. Meski lumayan juga
bisa untuk tambahan biaya sekolah.” Ujarku
“ Begini saja putri.. kita tanyakan dulu padama ibumu. Nanti kita bantuin pemasaran, atur
jadwal produksi + bantuin gunting-gunting polanya. Kamu biasa ikut bantu buat kan??”
“tentu saja Abel..”
#Singkat cerita..
Ibu putri pun setuju. Semula ibu ragu karena harus membagi waktu antara tigas-tugas rumah, jual jajanan di pasar. Akan tetapi, karena putri dan temannya meyakinkan akan membantu produksi, pemasaran, dan mengatur jadwalnya agar tidak menggangu sekolah mereka. Ibu pun bersedia. Produk flanel yang semula hanya untuk menghiasi kerudung Putri supaya tampil lebih cantik. Kini mulai dipromosikan secara onlie. Melalui jejaring sosial, blog, dan media internet lainnya.
# Di ruang tamu ..
“eh.. eh.. Putri mau kasih nama label produknya flanelnya dengan nama apa? “ tanya abel waktu itu.
“ Oh iya ya bel.. apa ya? Coba aku tanya pendapat ibu ya.. mungkin ibu punya pendapat sendiri tentang ini.
Ibu yang datng sambil membawa dua gelas es teh manis mendengar percakapan kami.
“Pendapat ibu sih.. pakai nama kamu aja Putri. Karena Putri adalah inspirasi ibu, yang selalu membuat ibu bahagia kalau melihat Putri bahagia.” Ucap ibu sambil meletakkan dua gelas es teh manis di atas meja.
“Wah iya putri !! nama label produknya pakai nama kamu aja
“PUTRI” atau “PRINCESS FLANEL” gitu aja ya biar lebih keren! Hehe “ seru
teman baikku yang satu ini sangat bersemangat mensupportku.
“ iya.. iya.. namanya “ PRINCESS FLANEL” ujarku mengangguk sambil tersenyum.
“tapi yang terpenting, aku sayaaangg banget sama Ibu “ lanjutku langsung memeluk ibu.
Semoga ini adalah awal dari kesuksesan usaha kami bertiga (ibu, aku, dan abel) karena tidak selamanya yang direncanakan akan terus berjalan dengan lancar. Tapi kami akan terus Bersemangat, terus Berkreasi, Kreativitas dan ide-ide akan terus digali.. demi suksesnya “PRINCESS FLANEL” dan tentunya bisa membuat ibu bangga..
Salam kreatif..
untuk para crafter ^_^ jangan pernah patah semangat yaa.. kita bisa raih kesuksesan bersama.. dimana ada kemauan pasti ada jalan. Man jadda wa jadda
Tq .
Nb: Pengarang meminta maaf sebesar-besarnya apabila terjadi kesamaan nama,tempat dan kejadian karena ini hanya cerita fiktif... ^_^ Happy Reading..
Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan agar dapat tercipta karya yg lebih baik lagi.
... ...
“PRINCESS FLANEL IBU”
... ...
“PRINCESS FLANEL IBU”
Pukul 20.56 WIB. Ini waktu dimana rumah itu mulai sepi dari aktivitas manusia. Seorang gadis berkerundung masuk lalu menekan saklar- saklar lampunya.CTEK!.
Terang. Namun terlihat gelap di pandangan gadis itu. Buram, lampu itu mulai lelah menerangi, atau gadis itu yang mulai lelah.Rupanya ia mulai terlelap...
Disudut ruang kamar yang lain... lampu masih menyala menyebarkan cahaya sinar terangnya. Ternyata sejak tadi ibu masih belum tidur.Tapi tak lama kemudian.. ibu telah usai dengan pekerjaannya
.
# Keesokan harinya...
“ Putri...!!!” teriak ibu memanggilku.Ya.. Putri namaku. Aku masih sekolah SMKN 1 Kusuma Bangsa Mojokerto dengan jurusan teknik komputer dan jaringan. Rumahku memang lumayan jauh dari kota. Namun, sebagai anak teknik, aku cukup tau perkembangan teknologi. Ibuku seorang penjual jajanan dipasar , sedangkan ayah adalah seorang operator mesin alat berat yang jarang pulang kerumah.
“ Putri...!!!” teriak ibu memanggilku.Ya.. Putri namaku. Aku masih sekolah SMKN 1 Kusuma Bangsa Mojokerto dengan jurusan teknik komputer dan jaringan. Rumahku memang lumayan jauh dari kota. Namun, sebagai anak teknik, aku cukup tau perkembangan teknologi. Ibuku seorang penjual jajanan dipasar , sedangkan ayah adalah seorang operator mesin alat berat yang jarang pulang kerumah.
kata ibu “kita harus jadi seperti AKAR yang GIGIH mencari air. Menembus tanah yang keras, demi sebatang POHON. Ketika sang pohon TUMBUH,berdaun RIMBUN, berbunga INDAH, tampil ELOK dan mendapat PUJIAN. AKAR tak pernah mengeluh. Ia tetap bersembunyi didalam tanah..begitulah Kerja keras, ketulusan tanpa kenal lelah dan mengeluh.
Sesegera mungkin kupenuhi panggilan ibu. Aku bermaksud meminta izin untuk berangkat ke sekolah. Seragamku telah rapi,jilbabku sudah cantik berhiaskan bros bunga flanel karya ibuku. Aku bawa pula bermacam-macam karya flanel ibuku yang ternyata semalaman dibuat olehnya. Ibuku memang pandai membuat kerajinan. Putri bermaksud ingin mempromosikan karya ibu.Siapa tahu banyak peminatnya dan laku dipasar. *hal itu muncul dalam benakku.
# Disekolah ...
“Wiihh.. putri!.kamu bawa apa tuh? Kok warna-warni? Sini aku boleh lihat kan??..
“ Oh.. iya Abel , ini ada macam-macam kerajinan. Ada bros, gantungan kunci, gantungan hape. Lucu-lucu. Kamu mau beli?? (he he he ini awal promosi dagangan pertamaku)
“Uhm.. yang ini lucu. Aku mau beli ini satu ya.. (sambil nunjuk gantungan kunci cii bulet )
Dalam hati *(alhamdulillah respon ke karya flanel ibu ini bagus)..
Dalam hati *(alhamdulillah respon ke karya flanel ibu ini bagus)..
Lama- kelamaan Lambat tapi pasti karya flanel yang aku bawa mulai dikenal teman-teman sekolah dan sekitarnya. Sampai adek kelas banyak yang pesen dan aku harus menyediakan buku sendiri untuk mencatat pesanan..ada yang bilang..” Wahh brosnya Cantik-cantik. Buat sendiri tah??”ada juga yang bilang “yang ini lucu”, dan “itu unyu-unyu”.. semuanya pada bilang suka.dan maunya besok dibawakan lagi.
Akhirnya aku pulang membawa bros flanel yang tinggal beberapa biji saja didalam tas.
“Alhamdulillah bu... bros flanelnya tadi laku lumayan banyak. Ada yang pesan juga bu.” Ucapku
Ibu tersenyum bahagia bersyukur atas rezeki yang kami dapatkan hari ini.
“Tapi putri jangan sampe’ lupa belajarnya ya? Ibu ndak menyuruh putri
jualan di sekolah tapi belajar yang rajin supaya dapat prestasi dan
beasiswa” tutur ibu
“Baik bu.. Putri tidak akan lupa sama kewajiban putri sebagai pelajar.” Ucapku sambil mengangguk pelan.
Hari berganti hari...
“Baik bu.. Putri tidak akan lupa sama kewajiban putri sebagai pelajar.” Ucapku sambil mengangguk pelan.
Hari berganti hari...
Semakin lama semakin banyak saja yang memesan produk flanel karya ibuku. Namun, namanya juga produk jualan. Pembeli hanya berasal dari daerahku saja daan lama kelamaan bosan juga..Abel teman baikku yang sedari tadi di lab. Komputer sekolah hanya memandangiku, kini angkat bicara...
“Putri.. sebenernya dari kemaren aku ada ide tapi belum sempet bilang ke putri.” Kata Abel serius.
“iya.. ada apa ya bel.. Abel bilang aja..”
“Begini put... aku ada saran gimana kalo kita promosikan karya flanel ibumu secara online?’ ujarnya.
“Online???” seruku
“iya.. ada apa ya bel.. Abel bilang aja..”
“Begini put... aku ada saran gimana kalo kita promosikan karya flanel ibumu secara online?’ ujarnya.
“Online???” seruku
“iya put.. secara online.. jadi kita bisa promosikan produk flanel
lebih luas.. kan karyanya cantik-cantik juga pasti peminatnya banyak!!”
ucap Abel bersemangat.
“Tapi terkadang aku kasihan sama ibu sampai
“Tapi terkadang aku kasihan sama ibu sampai
tidur larut malam, begadang menyelesaikan pesanan. Meski lumayan juga
bisa untuk tambahan biaya sekolah.” Ujarku
“ Begini saja putri.. kita tanyakan dulu padama ibumu. Nanti kita bantuin pemasaran, atur
“ Begini saja putri.. kita tanyakan dulu padama ibumu. Nanti kita bantuin pemasaran, atur
jadwal produksi + bantuin gunting-gunting polanya. Kamu biasa ikut bantu buat kan??”
“tentu saja Abel..”
#Singkat cerita..
#Singkat cerita..
Ibu putri pun setuju. Semula ibu ragu karena harus membagi waktu antara tigas-tugas rumah, jual jajanan di pasar. Akan tetapi, karena putri dan temannya meyakinkan akan membantu produksi, pemasaran, dan mengatur jadwalnya agar tidak menggangu sekolah mereka. Ibu pun bersedia. Produk flanel yang semula hanya untuk menghiasi kerudung Putri supaya tampil lebih cantik. Kini mulai dipromosikan secara onlie. Melalui jejaring sosial, blog, dan media internet lainnya.
# Di ruang tamu ..
“eh.. eh.. Putri mau kasih nama label produknya flanelnya dengan nama apa? “ tanya abel waktu itu.
“ Oh iya ya bel.. apa ya? Coba aku tanya pendapat ibu ya.. mungkin ibu punya pendapat sendiri tentang ini.
Ibu yang datng sambil membawa dua gelas es teh manis mendengar percakapan kami.
“eh.. eh.. Putri mau kasih nama label produknya flanelnya dengan nama apa? “ tanya abel waktu itu.
“ Oh iya ya bel.. apa ya? Coba aku tanya pendapat ibu ya.. mungkin ibu punya pendapat sendiri tentang ini.
Ibu yang datng sambil membawa dua gelas es teh manis mendengar percakapan kami.
“Pendapat ibu sih.. pakai nama kamu aja Putri. Karena Putri adalah inspirasi ibu, yang selalu membuat ibu bahagia kalau melihat Putri bahagia.” Ucap ibu sambil meletakkan dua gelas es teh manis di atas meja.
“Wah iya putri !! nama label produknya pakai nama kamu aja
“PUTRI” atau “PRINCESS FLANEL” gitu aja ya biar lebih keren! Hehe “ seru
teman baikku yang satu ini sangat bersemangat mensupportku.
“ iya.. iya.. namanya “ PRINCESS FLANEL” ujarku mengangguk sambil tersenyum.
“tapi yang terpenting, aku sayaaangg banget sama Ibu “ lanjutku langsung memeluk ibu.
“ iya.. iya.. namanya “ PRINCESS FLANEL” ujarku mengangguk sambil tersenyum.
“tapi yang terpenting, aku sayaaangg banget sama Ibu “ lanjutku langsung memeluk ibu.
Semoga ini adalah awal dari kesuksesan usaha kami bertiga (ibu, aku, dan abel) karena tidak selamanya yang direncanakan akan terus berjalan dengan lancar. Tapi kami akan terus Bersemangat, terus Berkreasi, Kreativitas dan ide-ide akan terus digali.. demi suksesnya “PRINCESS FLANEL” dan tentunya bisa membuat ibu bangga..
Salam kreatif..
untuk para crafter ^_^ jangan pernah patah semangat yaa.. kita bisa raih kesuksesan bersama.. dimana ada kemauan pasti ada jalan. Man jadda wa jadda
Tq .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar