Minggu, 30 Juni 2013

" WHAT YOU BELIEVE IS WHAT YOU GET "


Kebanyakan orang menganggap menggantungkan kebutuhan hidup dari usaha "ngecraft" itu sesuatu hal yg "gila",mungkin sebagian lagi butuh waktu berbulan2 bahkan bertahun2 untuk memutuskan hal itu,atau ada jg hanya istri saja yg ngecraft sementara suami tetap bekerja di tempat lain untuk mendapat gaji pasti tiap bulannya,tapi hal inilah yg saya dan suami jalani. Kami berdua memutuskan untuk keluar dari tempat kerja kami
sebelumnya demi menekuni bisnis kerajinan tangan khususnya flanel ini.

apa alasannya???
alasan kami berdua simple, seperti kebanyakan orang,kami "bosan" denganpekerjaan yg monoton setiap harinya, harus berangkat dan pulang kerja dengan jam yg sudah ditentukan,aturan2 yg saklek dari atasan,dan tekanan2 yg lain pada umumnya. Lalu kami mulai berpikir nyambi bisnis lain untuk mengusir rasa bosan,mulai dari dagang asesoris komputer,sprei+badcover,ikut MLM tapi itu semua tidak sesuai dengan yg kami harapkan,malah kami makin capek dibuatnya. Disaat kami berada pada satu titik jenuh yg gk bisa dihindari lagi kami sadar bahwa segala sesuatu yg kami lakukan tanpa ijin dariNYA itu tidak akan membuahkan hasil,sejak saat itu kami mulai berdoa dan bertanya usaha apa yg Dia mau untuk kami jalankan. Hingga suatu saat sepulang ngajar (saya dulunya guru les private) saya mampir ke toko asesoris niatnya mau beli ganci untuk hadiah murid saya yg nilai ulangannya 100,disitu ketemulah saya dgn yg namanya kain flanel,saya beli 2 lembar kain flanel ukuran 25x25cm dan 1 biji benang jahit,sampai rumah bahan itu saya jadikan gantungan hp dan saya upload (waktu itu masih di fb pribadi),saya tag ke fb adik ipar saya,awalnya hanya ingin pamer aja hehhe...tapi ternyata temen2 SMA adik saya banyak yg tertarik dan mulai request dalam berbagai bentuk. 

Mulai saat itu tiap pulang ngajar saya browsing2 felt craft di google dan ternyata bentuknya banyak banget,,mulailah saya bereksperimen membuat barang2 itu dengan mencontek hasil karya orang lain,saya mulai membuat fb khusus untuk jualan online. Makin hari permintaan pasar makin meningkat, tapi saya blm berani memutuskan untuk keluar dari pekerjaan saya sbg pengajar. Saya terus berdoa dan bertanya apakah ini yg Dia kehendaki untuk saya lakukan?jika memang iya waktu itu saya minta satu tanda yaitu orderan dalam jumlah besar. Sambil menunggu jawaban itu saya tetap melakukan aktifitas saya sehari2, hingga beberapa bulan kemudian tiba2 seseorang sms saya order 1.000pcs souvenir pernikahan dengan harga per pc nya Rp 5.750,dan saya percaya itu jawaban doa saya,sejak saat itu saya dan suami memberanikan diri untuk "percaya" dan memutuskan keluar kerja.

Tidak mudah untuk memulainya,banyak orang berkata kami bodoh, kami terlalu ceroboh, apa sih yg bisa diharapkan dari barang2 flanel,mampu bertahankah sampe bertahun2 ke depan?? mendengar kata2 mereka ya memang sakit,tapi itu cambukan bagi kami untuk membuktikannya,kami tidak peduli apa yg mereka katakan, karena kami percaya jika Dia yg memberikan usaha ini pada kami maka Dia juga yg akan mengcover semuanya. 1,5 tahun berjalan,semua mulai terlihat,,orang2 tadinya meragukan usaha ini mulai mendekat dan bertanya ,bahkan ikut memasarkan..dari omset yg perbulan hanya 30-50rb setelah tekun kami jalani saat ini omset kami sudah 2 sampai 3x lipat gaji kami sewaktu kerja dulu, kami sangat bersyukur untuk itu semua,dan kami tetap percaya

Dia memberikan usaha ini bukan untuk kami nikmati sendiri, maka kami mulai merekrut asisten yg tdk mempunyai ijazah tinggi bahkan tidak bersekolah,mereka tidak mempunyai banyak kesempatan kerja,dan untuk merekalah usaha ini ada, sejak kami merangkul orang2 itu,omset kami terus meningkat dan meningkat.

Ini sekelumit tulisan saya,
semoga bisa menjadi motivasi untuk teman2 ke depannya, mintalah petunjukNya sebelum memulai apapun dalam hidup anda, jika apa yg anda lakukan itu sesuai dengan kehendakNya maka Dia sendiri yg akan mengcover dan bertanggungjawab atas semuanya,krn apa yg anda percayai itulah yg akan anda dapatkan. Keep in pray n positive thinking.

Gratia Craft

BILA SEMUA KITA LAKUKAN KARENA ALLAH...MAKA ALLAH AKAN MEMUDAHKAN SEMUANYA...


*Berjuta motivasi darimu kucatat dlm hati & kubagikan kini kpd teman2...semoga bisa diambil hikmahnya...

Bismillah...

BILA SEMUA KITA LAKUKAN KARENA ALLAH...MAKA ALLAH AKAN MEMUDAHKAN SEMUANYA...
Kumulai usaha craft ini di tengah kesibukanku mengurus 4 putra-putriku yg masih kecil2, dlm rangka membunuh kebosanan saat ditinggal pergi oleh suami setiap hari dari pagi hingga malam...

Berikut adalah contoh masalah yg timbul di sela2 usaha rintisanku ini, yg ku share dgn suamiku tercinta, yg selalu ditanggapinya dgn sgt bijak & ketika kupraktekan nasehatnya, kurasakan bahwa nasehat2nya benar adanya...

# Kayaknya susah ya mengembangkan usaha craft
ini...waktuku habis buat 4 anak, susah ni curi2 waktu kapan bisa ngecraft, ngerjain orderan...malam kalo anak2 sudah tidur pengennya ikutan tidur karena sudah capek...

"Coba bikin skala
prioritas...mana yg harus diutamakan, mana yg bisa dipindahtangankan di antara pekerjaan2 itu...misalnya dulu ninggalin pekerjaan tetap krn ga mau membiarkan anak2 tumbuh sendiri di usia emas mereka, itu niat bagus harus trs tetap dipegang krn itulah kewajiban seorang ibu yg utama, jd madrasah pertama buat anak2nya. Kalo kita tetap berusaha menjaga kualitas hubungan kita dengan anak2 & mereka tdk merasa waktu kita berkurang karena kegiatan baru kita, lama2 mereka pasti mengerti kok...kita ga perlu curi2 waktu lagi buat menyalurkan hoby kita, mereka dengan sendirinya akan mempersilahkan kita..."

Kenyataannya: sekarang anak2ku ikutan asyik dengan craft ini Alhamdulillah...
# Cari asisten kok susah bgt ya...yg sudah diajari sampai pinter pasti usaha sendiri, mending masih saling menghargai, ini kyk kacang lupa kulitnya...pake "nyikut" pula...

"Coba niatkan utk membantu
mereka yg membutuhkan...membutuhkan uluran tangan kita, membutuhkan
kegiatan/pekerjaan, membutuhkan kepercayaan...kesampingkan dulu niat2 untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produksi, apalagi memperbesar keuntungan karena di awal2 mereka masih harus belajar banyak, tidak pada tempatnya kalo mereka kita tempatkan menjadi mesin produksi kita, kitalah yg harus aktif, sabar & telaten mengajari mereka. Kalo ternyata ketika mereka sudah pandai membuat sendiri mereka pergi dari kita itu hak mereka, masak mau ikut kita trs, mereka kan juga butuh maju...tp kan ga semua ilmu kita berpindah ke mereka, mereka mungkin dpt ilmu cara membuat, ayo kita belajar ilmu lain yg msh banyakkk...ilmu
pemasaran, cari suplier bahan baku yg murah, ilmu memanage waktu & modal/keuangan dll dll, jgn jadikan apa yg mereka lakukan itu menjadi penghambat utk kita, jadikan itu tantangan utk bersaing secara sehat, kalo perlu tetap bantu mereka bila mereka masih membutuhkan ilmu & bantuan kita, Allah yg akan mengganti setiap
ilmu/bantuan apa pun kalo kita ikhlas"

Kenyataannya: aku rangkul org2 yg "tdk
mampu" dlm arti luas...ada yg tdk mampu secara fisik, ekonomi
dll...mereka kuajari dgn "hati", kupupuk kepercayaan diri mereka yg kebanyakan sgt kurang krn kondisi mereka, kuberikan kepercayaan...meskipun tetap bahwa semua memerlukan proses yg panjang, memakan waktu lama tp Alhamdulillah blm setahun usaha ini berjalan, kami amati mereka sudah bisa melibatkan "hati" mereka dlm usaha ini, sudah tampak rasa memilikinya, besar tanggungjawabnya...Alhamdulillah

# Trs gmn donk gajinya...
"Kembali kpd niat semula...kita pikirkan kebutuhan mereka, maka itu akan menjadi kebutuhan kita, & Allah sudah berjanji bahwa Dia akan selalu memenuhi apa yg menjadi kebutuhan kita...kalo kebutuhan mereka sudah menjadi kebutuhan kita, yakinlah Allah yg akan memenuhinya..."

Kenyataannya: bener lho...ada saja jalan ketika aku mencoba ikut memikirkan kebutuhan mereka para partner kerjaku...ketika mereka mengatakan selalu kangen anak2 mereka di kampung tp tdk mungkin membawanya kesini krn kebutuhan hidup yg tinggi, kami memutuskan utk menjemput anak2 itu, dgn niat kami yg akan menanggung kebutuhan & sekolah mereka, Allah memberikan rezeki yg deras mengalir Alhamdulillah...

Ini 3 masalah yg pernah sempat kuhadapi dan
pencerahannya dari suami di antara berjuta masalah & berjuta-juta pencerahan yg diberikannya...intinya bahwa semuanya kembali kepada NIAT kita...maaf ya aku ga tau ni masuk artikel atau cerpen hehe...yg penting sudah ikut berpartisipasi & menjawab sebagian pertanyaan yg pernah "hinggap" di inbox ku...semangaaat tidak ada masalah tanpa solusi & ketika kita mengembalikan masalah itu kepada Allah, yakinlah bahwa Allah akan memberikan solusi terbaik untuk masalah kita...

Oim Love Mio

#DUNIA BARU KU#


Awal nya nama flanel itu sangat asing buatku, sama sekali tak pernah mendengar , melihat atau menyentuh nya. Tapi pada saat itu aku sudah mencintai dunia crafting.Pengetahuan ku tentang flanel di mulai dari sebuah ketidaksengajaanku membeli sebuah tabloid. Salah satu isi tabloid nya adalah memuat tentang bagaimana cara buat baby shoes dari flanel. Berhubung aku ga punya baby waktu itu, tabloid itu aku simpan baik-baik,lagian aku juga tidak tahu mau mencari di mana kain flanel.


Selang beberapa bulan (waktu yang cukup lama untuk berfikir-hehe) aku mulai hunting-hunting tentang flanel dan kawan-kawan nya. Tanya sana,tanya sini, tak kutemukan jawaban nya. Di beberapa toko mengakui bahwa stok flanel nya kosong. Aku pulang dengan tangan kosong, kecewa, tapi ya apa mau di kata, itulah kenyataan nya. Perjuangan tak berhenti sampai di situ saja. Hingaa suatu hari, adik ku memberikanku bros-bros cantik. Menurut nya, ini lah bros flanel. Dia beli di teman sekolah nya. Ku amati setiap “lekukan-lekukan” bros itu, Aku nanya ke dia, di mana mencari bahan-bahan ini, yah mungkin saja dia tahu. Dan ternyata diamemang tahu di mana bisa membeli bahan-bahan itu. Dia mengantar aku ke toko itu, tapi disana tidak menjual flanel meteran. Flanel-flanel disana berbentuk HVS. Aku membeli 5 lembar flanel, 3 batang lem lilin, dan 1lusin peniti bross nya. Tanpa membuang-buang waktu, aku langsung berkreasi, gunting sana, gunting sini, dan jadilah beberapa buah bros.Besok nya, di bawa ke sekolah sama adik ku, kata nya ingin membantu memasarkan nya. Alhamdulillah semua bros ku laku terjual, malah aku dapat tambahan orderan beberapa dompet pensil. Dan dari sini lah semua berawal.


Tapi semua masih terbatas, terutama pengetahuan ku tentang flanel. Hingga suatu hari kutemukan blog nya mba novi nouf, sunflo. Dari sanalah kutemukan berbagai macam inspirasi dan membuatku semakin bersemangat berkreasi, dari facebook mba novi nouf jugalah aku kenal dengan beberapa crafter lain. Intap intip album para crafter menjadi rutinitas baru untuk ku, guna nya adalah belajar, sekalian nyari inspirasi. Wakti itu ingin sekali bertanya ini dan itu ke mereka, tapi tidak berani, e sekali nya berani malah di jawab begini “cara bikinnya ada di grup *sensor * mba”. Waktu itu aku belum bergabung di grup mana pun. “mba, bisa minta tolong invite aku kesana ngga ya”. Si mba crafter itu malah ngejawab begini; “ cari sendiri aja sana, aku tuh yamba, udh bergabung di lebih dari 20 grup lhoo”. Nah loooo malah begitu jawab nya. Tapi jawaban nya itu tak menghentikan langkahku, tapi akhir nya aku dapat juga bergabung di beberapa grup. Dan dari sana lah akumulai belajar tentang flanel juga. Menjadi crafter itu sangat menyenangkan buatku, karena, bisa selalu bermain dengan warna, bermain dengan ide-ide yang mengagumkan dan menghasilkan kepuasan tersendiri jika hasil karya kita itu tercipta dengan sempurna( menurut ku). Apa lagi sampai disukai orang banyak, dan orderan bertambah. Memang sih, bahan-bahan craft itu terkadang murah atau bahkan kadang cenderung murahan. Eits, tapi jangan menganggap hasil craft itu murahan lhoo. Karena setiap penciptaan sebuah karya, membutuhkan waktu, proses, dan ide yg sangat luar biasa supaya barang yang murah menjadi sangat luar biasa bila di lihat dari sisi mana pun. So, jangan lah pada suka protes kalau harga kita terlihat mahal, atau sangat mahal. Kalau tidak ingin membeli, ya tidak apa-apa iya kan para crafter ?? Di saat aku telah mengenal begitu banyak tentang flanel, aku jadi ingin mem buat baby shoes dari flanel itu (saat itu booming banget tentang baby shoes). Tapi sangat sulit mencari yang mau berbagi ilmu tentang baby shoes. Aku jadi teringat dengan tabloid ku. Tanpa membuang waktu lagi, aku lang-sung mencarinya, membongkar lemari, rak buku, sudut kamar, laci dan hasil nya tidak ada. Tabloid itu tak ada lagi disana. Entah hilang atau lupa ku simpan dimana. Lemes, “alamat tidak bisa dan tidak akan pernah membuat baby shoes nih”, pikir ku saat itu. Tapi Alhamdulillah mba Fitri Gaity 'meluncurkan' buku tentang baby shoes. Tidak langsung membeli juga sih, nabung dulu, hehe. Tapi sekarang aku sudah punya buku itu.


Dunia ini memang masih sangat baru untuk hidupku. Tapi berada di dalam nya sangat membuatku bahagia, membuatku nyaman dan membuatku tenang. Warna warni nya mampu merubah hari-hariku, walau terkadang “memangkas” waktu istirahatku. Tapi aku tak pernah menyesal mengenal nya sekalipun ia telah menyita semua waktu yang kumiliki, menyita seluruh perhatianku terhadap dunia luar. Tapi aku tetap bahagia, tetap bangga untuk terus berada di dalam nya. Tak pernah terbesit dalam benakku ini, untuk meninggalkan nyaatau keluar dari “sana”, dari dunia yang sangat ku cintai ini. Ya, ini lah dunia baruku- DUNIA FLANEL.


RaRa AmiRa

Tipe customer


Kerajinan tangan atau bahasa kerennya handycraft dan pasti udah banyak banget yang tau tentang ini. Kerajinan yang dibikin penuh cinta ini (ciieeeee...) sekarang udah lebih dikenal ,lebih mudah di pelajari dan lebih mudah pemasarannya.Bener nggak sih? Tentunya lebih mudah dengan adanya akses internet dan juga bertebarannya sosial media saat ini.


Walaupun banyak kalangan yang seperti nggak menghargai karya yang dibuat dengan meluangkan waktu,tenaga dan pikiran serta dibuat dengan cinta dan doa ini.Uhuk uhuk..Oke lupakan batuk saya yang satu itu. Sekarang saya mau menbicarakan tentang tipe-tipe customer dan juga peminat handycraft didunia maya ini.

Berikut tipe-tipenya :..
  1. Tipe angel (atau tipe malaikat) Tipe yang kaya gini nggak perlu penangan khusus biasanya mereka tinggal pilih ,terus transfer ,dan anteng banget nunggu.Sesekali sms tanya kabar pesanannya ketika kita jawab "sebentar lagi ya mb" . Dia jawab "oh iya nggak apa apa .Saya tunggu ya mbak". Adem ayem tentram hidup .Ohgod tolong turunan makhluk makhluk seperti mereka.
  2. Tipe srigala berbulu malaikat Tipe ini nggak jauh beda sama tipe malaikat tapi bedanya,debelakang kita dia bilang OS ini penipu bla bla bla...Hix hix "Deeemiiii tuhaaann kami bukan penipu!!!"(banting pintu) stop daripada banting-banting mending next ya.
  3. Tipe bunglon Tipe ini lumayan bikin galau . Tipe ini biasanya gampang banget berubah pesananny. Yang paling menyakitkan adalah kalau pesanan udah jadi trus tiba-tiba dia minta ganti baik warna atau ukuran.Untungnya tipe ababil gini tidak terlalu banyak saya temui.
  4. Tipe the flash Tipe kaya gini bisa membantu program diet.Tipe seperti ini maunya serba cepet.Rasanya capek banget hati kalo berhadapan dengan semua ini hixhix...
  5. Tipe the flash bunglon Kebayangkan bagaimana kalau dua tipe ini bergabung bagaimana jadinya..Luar biasa dashyatnya.Tapi itu semua nggak akan lebih parah dari tipe customer yang terakhir yaitu.
  6. Tipe siluman Nah lho!Namanya aja udah horor ya.Tipe ini yang lagi banyak muncul dan jadi TTWW alias Top Ten World Wide. Tipe inilah para pelaku hit and run bukan hide and seek ya itu beda lagi. Ini tipe yang paling menyebalkan kalau jumlah pesanan sedikit itu nggak masalah lalu bagaimana kalau pesanan banyak modal yang keluar juga nggak sedikit kan?.Semoga tuhan mengampuni kalian nak. Sebaiknya tipe seperti ini masuk blacklist cukup sekali dan jangan sampai terulang lagi.

Sebenannya masih banyak tipe customer yang ada dan betebaran di dunia ini . Mungkin dikesempatan selanjutnya bisa kita bicarakan kembali.Semoga artikel yangi tidak bermanfaat ini bisa menjadi bermanfaat.Yang tidak lucu ya dilucu-lucukan saja.


Salam kecup sayang untuk orang orang kreatif .Salam kreafit !!!
Terimakasih

Reistya Widhi ayu

“TAS ASA PEMBAWA BERKAH”

=========================================

bismillaahirrohmaanirrohiim 

saya adalah seorang ibu dari seorang putri yang sangat lucu cantik manis dan pintar(Amin,bi idznillah faingsyaAllah) bernama asadewi luthfia. kehadirannya adalah berkah dan anugrah yang amat sangat terindah untukq,dia adalah semangatq dan menjadikanq lebih bersemangat dalam menjalani hidup.lantaran dia q memantapkan diri untuk menekuni dunia craft.

saya mulai menekuni dunia craft berawal dari sebuah peristiwa yang sangat menyentuh relung hati terdalamq. suatu ketika di sore hari tepat sehabis ashar aku dan anak tersayangq bermain di tempat saudara yang rumahnya tidak jauh dari rumah. sesampainya di rumah saudaraq tersebut dek asa melihat kakak sepupunya yang bernama mbak nadine memakai tas ransel baru yang didapatnya dari neneknya sebagai
hadiah ulang tahun. secara naluri anak-anak pastinya putri tercintaq alias dek asadewi kepengin punya tas baru juga. tapi alhamdulillah ternyata dek asadewi tidak rewel, dia tidak menangis atau merengek-rengek minta tas baru walaupun sebenarnya dia juga pengin tas baru.tanpa ku sangka dan ku duga dia Cuma bilang “bu, tas adin adus”(maksudnya,”bu, tasnya nadin bagus”),sambil dengan sedikit berkaca-kaca dia bilang seperti itu padaku.aku tau sebenarnya dia pengen banget punya tas baru seperti kakanya itu.q merasa trenyuh dan tersentuh melihat ekspresi anakq yang sangat mengerti ibunya.memang kebetulan pada saat itu keuanganku juga lagi mepet. sesampainya dirumah q langsung membungkar kotak jahitq,ku temukan kain flanel sisa prakarya adikq dan baju bekas praktek jahitq dulu..tanpa membutuhkan waktu lama muncullah ide brilliantku saat aku melihat mesin jahitku yang kebetulan baru dibelikan ibuku .yaitu ide untuk membuatkan sebuah tas untuk putriku tersayang. pagi harinya aku langsung do action membuatkan tas baru untuk putriku tersayang. berbekal baju bekas praktek menjahitku waktu di BLK, q langsung mulai persiapan untuk menjahit.tanpa berfikir panjang aku langsung searching di google untuk mencari desain yang lucu unik dan lain dari yang lainnya. saat aku melihat gambar animasi wanita berjilbab aku langsung punya ide untuk membuat tas anak-anak dengan desain gambar anak berjilbab.sempat terfikir buat apa ya flanelnya,akhirnya muncul lagi satu ide untuk menjadikannya hiasaan karakter wajah dan nama biar lebih unik dan beda dari yang lain.ternyata flanel banyak manfaatnya. seharian penuh aku berusaha mendesain pola dan langsung menjahit dengan harapan agar tasnya cepet selesai. namun semuanya tidak mudah.karena ini adalah kali pertamanya aku menjahit tas.banyak kesalahan yang aku alami,hingga berkali-kali aku harus mendedel atau membongkar pasang jahitanku.alhamdulillah setelah berkali-kali aku merevisi jahitan tasku akhirnya jadi juga tasnya.meskipun hasilnya kurang bagus menurutku tapi bagi pemula ini sudah cukup lumayan.setelah selesai menjahit tasnya, langsung aku berikan pada putriku tersayang. pas pertama dia melihat tasnya dia seneng banget.kulihat binar-binar kebahagiaan di matanya,dia tersenyum
bahagia dan langsung memakai tasnya. aku bertanya pada putriku,”adek suka?” dia menjawab,”suka”.saat itu tidak ada kata yang bisa ku ucapkan selain kata alhamdulillah bisa melihat putriku tersenyum dan memiliki tas seperti yang lainnya.hatiku merasa puas,bahagia dan bangga bisa memberikan apa yang putriku inginkan. meskipun dia belum bisa mengucapkan kata terima kasih tapi aku tau kalau dia ingin mengucapkat rasa terima kasih padaku dengan pelukannya.

di sore hari pas bermain kerumah saudara,putriku langsung memamerkan tasnya.tanpa disangka dan dinyana
ternyata kakak-kakakku suka sama tasnya dan anak-anak mereka langsung kepengin minta dibuatke juga.tanpa berpikir panjang q langsung mau aja ngejahitin tas buat anak kakak-kakakku.berawal dari kejadian itu lalu
muncullah ide untuk menjadikannya sebagai ladang bisnis untuk membantu keuangan suami.dengan begitu aku bisa menghasilkan uang dan tetap menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri yaitu merawat putriku dan
mengurus rumah.alhamdulillah sedikit demi sedikit melalui media online dan promosi ke teman-teman,usahaku mulai berkembang dan banyak pesenan tas mengalir.amin ya Allah terima kasih atas semua anugrah yang telah
Kau berikan,berkahilah tiap langkah dan ikhtiarku.

buat bunda-bunda
crafter lover utamakanlah keluargamu.jadikan putra-putri kita sebagai sumber semangat untuk kita menekuni dunia crafting. jangan memandangg sebelah mata dunia crafting.dunia crafting bisa mengantarkan kita pada
kesuksesan juga,tanpa harus meninggalkan tugas utama kita di rumah sebagai ibu rumah tangga.asal kita tekun dan konsisten pantang menyerah dalam menjalani dunia crafting insyaAllah pundi-pundi rupiah akan
terkumpul juga.CRAFTING ITU MENJANJIKAN !saat kita berada pada titik jenuh dalam berkarya,lihatlah putra putri kita.jadikan mereka sumber inspirasi dan semangat untuk membangkitan jiwa crafting kita. terjun di dunia craft kuncinya yaitu TEKUN+TELATEN=BERKAH.dengan diiringi doa pasti semuanya akan lebih berkah.buat putriku tersayang suamiku ibuku dan keluargaku,terima kasih atas dukungan kalian.terima kasih ya Allah atas segala jaln yang telah Kau tunjukkan untukku.

Happy Crafting. . . ! ^_^

by
Annana Siatallaili

* my way *

sudah terbiasa kerja,jd agak suntuk jg klo kerjaan cm momong anak.tp anak g bisa ditinggal kerja,pengen pny kegiatan yg menghasilkan tp tetep bisa momong anak,suatu hr di undang ultah anak temenq,q liat baju'ny kok ada aplikasi flanel.q tny ma temenq,eh ternyat sodara'ny seorg crafter.q cb pesan flanel dr dy.karya pertama jepit nama,& ternyata laris manis.tp namany org usaha pasti ada halangan'ny.dibilang boongin anak kcil,ini,itu.sempet down n fakum bbrp saat. suatu ketika q upload kaos nama anakq di fb,eh ada yg tertarik trus pesen 2.hasilny q upload lg,&ternyt bnyk yg suka n tertarik.alhamdulilah jalan mulai terbuka.org" yg slama ini menghina pun langsung terdiam melihat usaha q makin lancar. semoga tuhan selalu membuka jalan rejeki agar usaha ini maju n berkah. aminn

by
Umbar Luph Vanya

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP)


teman teman crafter, sebenarnya apa sih pencapaian kita sebagai crafter, setaun dua taun lalu saya sih cuman pengen dapet orderan, lancar, banyak, uangnya bisa beli apa yang ak pengenin, simpel.tapi, sejak ak kembali di kota ini, kota yg sebenarnya kaya tapi warganya kurang sejahtera, ak jadi berubah pikiran, apalagi kalo orderan numpuk butuh asisten hadehh bingung euy, ngajarin dulu, dll... saat ini ak dipercaya utk ngajarin ibu2 kelompok pengajian kecil dan sekarang ak jg sudah buka toko, mindset tokoku adalah toko yg jual barang2 handmade, sekalian kursus gratis, sekalian jual bahannya, yang maksud kedepannya pengen bikin LKP, kaya ummi anis n bu nandang itu lho... Nah kita pelajari dulu yuk tentang LKP

1.Apa yang dimaksud dengan LKP? Lembaga Kursus dan Pelatihan adalah salah satu bentuk satuan Pendidikan Nonformal yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

2.Apa dasar pendirian LKP? Dasar pendrian LKP adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, Pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan.
Ayat (1) Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah
Ayat (2) Syarat-syarat untuk memperoleh izin meliputi isi pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan, pembiayaan pendidikan, system evaluasi dan sertifikasi serta manajemen dan proses pendidikan.
Pasal 50 tentang Pengelolaan Pendidikan
Ayat (3) Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.

3. Apa bedanya lembaga kursus dan pelatihan dengan program kursus dan pelatihan?
Lembaga kursus dan pelatihan merupakan satuan pendidikan pendidikan luar sekolah (Nonformal) yang diselenggarakan bagi warga masya- rakat yang memerlukan bekal untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah, dan atau melanjutkan ke tingkat atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sedangkan program kursus dan pelatihan adalah jenis keterampilan yang di selenggarakan satuan pendidikan PNF dalam hal ini lembaga kursus dan pelatihan, dalam setiap lembaga kursus dan pelatihan dapat terdiri dari satu atau lebih program kursus dan pelatihan.

4. Apa saja jenis keterampilan yang ada saat ini?
Dari 224 jenis keterampilan, sudah dibakukan menjadi 66 jenis keterampilan (lihat di http://www.infokursus.net/)

5. Apakah mendirikan LKP harus izin?

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 62 Ayat (1) Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah
Ayat (2) Syarat-syarat untuk memperoleh izin meliputi isi pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan, pembiayaan pendidikan, sistem evaluasi dan sertifikasi serta manajemen dan proses pendidikan. Perizinan adalah suatu ketetapan Pemerintah atau Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan pada tingkat Kabupaten/Kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. Pengaturan perizinan lembaga kursus dilakukan dengan tujuan:
  • Memudahkan Pemerintah atau Pemerintah Daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan, pelaksanaanpenilaian, dan evaluasi, serta pengawasan secara tertib, teratur dan terarah terhadap setiap jenis kursus dan pelatihan;
  • Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan masyarakat, dan dunia usaha/industri;
  • Mengarahkan, menyerasikan, dan mengembangkan program pendidikan nonformal guna menunjang suksesnya program pembangunan;
  • Melindungi lembaga kursus dan pelatihan dari tindakan di luar peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  • Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggararaan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian;
  • Memberikan tanggung jawab hukum kepada lembaga kursus dan pelatihan.


6. Kemana dan bagaimana mendirikan LKP?
Masyarakat yang berminat untuk menyelenggarakan LKP dapat mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai persyaratan yang ditetapkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat, u.p. Subdin yang menangani PLS. Persyaratan pendirian LKP adalah:
  1. Bukti diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) penyelenggara yang masih berlaku;
  2. Bukti kepemilikan/sewa tempat;
  3. Data kapasitas daya tampung peserta didik;
  4. Rencana pembiayaan untuk penyelenggaraan kursus dan pelatihan paling sedikit untuk 1 (satu) tahun ke depan;
  5. Data sarana dan prasarana yang dimiliki termasuk status gedung yang digunakan untuk penyelenggaraan kursus dan pelatihan;
  6. Rencana program yang akan diselenggarakan paling sedikit 1 (satu) jenis;
  7. Akta notaris pendirian badan hukum;
  8. Struktur Organisasi/daftar nama;
  9. Riwayat hidup penyelenggara atau anggota pengurus badan hukum yang menyelenggarakan program kursus

7. Apa standar minimal (kelayakan) membuka LKP?
Standar minimal (kelayakan) membuka LKP adalah:

  1. Isi pendidikan, meliputi: struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientassi pada keunggulan lokal, dan bahan ajar berupa buku/modul bahan ajar;
  2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan, meliputi: jumlah, kualifikasi, dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya;
  3. Sarana dan prasarana, meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar, dan media pembelajaran, dengan ukuran, jenis, dan jumlah yang sesuai;
  4. Pembiayaan, meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan;
  5. Manajemen meliputi struktur organisasi lembaga dan deskripsi tugas yang jelas dan terarah guna memudahkan jalannya kegiatan dalam pencapaian tujuan; dan
  6. Proses pendidikan, meliputi: silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

8. Apakah setiap mendirikan lembaga kursus akan memperoleh Nilek?
Mulai tahun 2009, semua LKP baik yang sudah lama mapun baru berdiri, wajib memiliki Nilek Online. Oleh karena itu, LKP yang baru berdiri dan telah memperoleh ijin operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Untuk mengecek Nilek Online, dapat diakses di http://www.infokursus.net/

9. Siapakah yang berhak menerbitkan Nilek Online?

Nilek online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi, berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh Nilek Online.

10. Bagaimana cara memperoleh Nilek?

Untuk memperoleh Nilek Online, penyelenggara LKP dapat mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat dengan mengisi formulir pendataan LKP yang telah disediakan. Selanjutnya Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan Nilek Online-nya

11. Apa resiko LKP yang tidak memiliki Nilek Online?

LKP yang tidak memiliki Nilek Online dianggap LKP illegal, dan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan untuk memperoleh bantuan dan dukungan apapun, atau menjadi penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.Bagi LKP yang belum memiliki NILEK dapat mendaftarkan setiap bulan Agustus s.d. Desember.

12. Apakah ada klasifikasi lembaga kursus?

LKP diklasifikasikan menjadi 4 kategori, yaitu: 
  1. LKP bertaraf Internasional, LKP berrtaraf internasional adalah LKP yang sudah memenuhi persyaratan sebagai LKP berklasifikasi nasional dan diperkaya dengan ciri-ciri yang mengacu pada keunggulan yang dipersyaratkan untuk memiliki daya saing ditingkat internasional. Dengan demikian, LKP berklasifikasi internasional adalah LKP yang sudah memenuhi dan melaksanakan persyaratan utuh LKP berklasifikasi nasional yang meliputi: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarpras (sarana prasarana), standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.
  2. LKP dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) LKP kategori SNP adalah LKP yang sudah memenuhi persyaratan sebagai LKP berklasifikasi Pelayanan Minimal dan diperkaya dengan ciri-ciri yang mengacu pada keunggulan yang dipersyaratkan untuk memiliki daya saing ditingkat nasional. Dengan demikian, LKP berklasifikasi nasional merupakan LKP yang sudah memenuhi dan melaksanakan persyaratan utuh LKP berklasifikasi pelayanan minimal yang meliputi: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarpras, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.
  3. LKP dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM), LKP kategori SPM adalah LKP yang sudah memenuhi persyaratan minimal sebagai LKP, yaitu: 1) Isi pendidikan, meliputi: struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientassi pada keunggulan lokal, dan bahan ajar berupa buku/modul bahan ajar; 2)Pendidik dan Tenaga Kependidikan, meliputi: jumlah, kualifikasi, dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya; 3) Sarana dan prasarana, meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar, dan media pembelajaran, dengan ukuran, jenis, dan jumlah yang sesuai; 4) Pembiayaan, meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan; 5)Manajemen meliputi struktur organisasi lembaga dan deskripsi tugas yang jelas dan terarah guna memudahkan jalannya kegiatan dalam pencapaian tujuan; dan 6) Proses pendidikan, meliputi: silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
  4. LKP Rintisan.LKP kategori rintisan adalah LKP yang sudah memenuhi persyaratan minimal sebagai lembaga untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, baru merintis penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada tingkat pemula, atau LKP yang belum memenuhi klasifikasi pelayanan minimal. Beberapa ciri esensial dari LKP Rintisan adalah: (1) memiliki komitmen dalam memberikan kontribusi positif dalam penyediaan layanan pendidikan nonformal bagi masyarakat yang membutuhkan; (2) melaksanakan penyelenggaraan proses pembelajaran yang sederhana, aktif dan menyenangkan; (3) memaksimalkan penggunaan sarana-prasarana yang tersedia; (4) menggunakan pembiayaan yang terbatas dan efisien; dan (5) memiliki pendidik/instruktur dengan kualifikasi SLTA.
13. Apa bentuk dukungan pemerintah dalam peningkatan mutu LKP?
Pemerintah memberikan dukungan dalam upaya peningkatan mutu LKP berupa:
a. Bantuan operasional lembaga;
b. Bantuan penyelenggaraan program PKH;
c. Peningkatan kapasitas manajerial lembaga;
d. Peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan;
e. Fasilitasi dalam penilaian kinerja lembaga;
f. Fasilitasi Akreditasi LKP oleh BAN-PNF; dan
g. Pembinaan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi.


Semoga artikel ini bermanfaat, n sebenarnya saya sendiri masih kurang paham, mungkin kalo saya sudah melewati tahap2nya akan saya ceritakan keteman2 maksud dan penjelasan lebih detil dr artikel diatas. sekian, dan terimakasih


by 
Ismi Hardini

FLANEL


Sebenarnya kata ini bukan kata yang terlalu baru untukku. Sewaktu masih kuliah dulu, aku pernah melihat teman2 membuat gantungan
yang berbentuk baju atau lingkaran yang kemudian diberi huruf2, diberi tali dan dilengkapi dengan tempelan kaca di kiri dan kanannya. Saat itu aku melihatnya seperti sesuatu yang biasa aja. Ooo..gantungan nama..itu aku gumamkan setiap kali temanku membuat gantungan nama dari flanel.

Setelah hampir 14 tahun berlalu, aku sudah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak, aku mencoba mencari2 gambar2 unik di internet. Memang dasarnya suka yang unik2...dan ketemulah aku dengan blog craft milik mba novinouf. Diintip-intip..dilihat lihat...ternyata..wow.... Surprise.... ternyata craft dari bahan flanel itu...unik dan lucu. Mulai deh aku jatuh cinta. Setiap hari aku pasti intipin blog craft yang berbahan flanel. Semakin hari, semakin diintip...hatiku semakin terpesona. Semua bayangan tentang flanel menari-nari dibenakku seperti hentakan musik R n B. Sehari tanpa mengintip hasil craft dari flanel rasanya seperti galau..ada sesuatu yang kurang. Kalau kataku saat itu, aku seperti jatuh cinta.. Hati selalu bergelora dengan semangat setiap melihat hasil craft yang lucu2 itu.

Karena tak tahan dengan sensasinya, akhirnya aku paksakan untuk menyempatkan diri "terbang" ke kota bandung dan memborong kain flanel, dakron, lem uhu, ganci dan peniti bros (saat itu cuma itu bahan yg aku tahu). Mulai deh pengembaraanku bersama kain2 flanel. Produk yang pertama aku buat adalah ganci angry bird, ini juga masukan dari anakku yang saat itu duduk di

kelas 1 SD. Taaraaa... Setelah berjuang untuk membuat pola, menggunting flanel, menempel, menjait dll...akhirnya jadilah 5 ganci angry bird yang langsung dipasarkan oleh anakku sendiri dan alhamdulillaah laris manis.Senang dan gembira yang aku rasakan, begitu juga anakku karena dia juga mendapat bonus dari setiap ganci yang berhasil dia jual. Trus aku coba tawarkan ke teman2 kantor suamiku..dan ternyata laris manis juga. Bahkan ada yang pesen bentuk lain sesuai keinginan mereka. Sik asik..sik asik... Akhirnya makin asik deh sama yang namanya flanel. Gabung dengan group para crafter bikin aku tambah bersemangat untuk terus mengasah
kreatifitasku, maklum yang diliat tiap hari adalah karya2 para senior yang ciamik banget. Yang semangat ternyata bukan cuma aku, tapi semua anak2ku juga ikut bersemangat. Tiap kali aku membongkar "peralatan perang"ku, mereka pasti langsung nimbrung dan asyik memilih-milih. Ada yang mengumpulkan perca flanel dan kemudian dijait-jait jadi bentuk2 unik hasil kreasi mereka sendiri. Ada yang asyik meronce manik2 menjadi kalung. Ada juga yang sibuk ngitungin kancing2 yang aku punya. Pokoknya kalau aku sudah menggelar bahan2 kreasi flanelku...wuah..jadinya semua asyik nimbrung dan mulai berimajinasi dan berkreasi sendiri.

Walaupun aku bukan termasuk crafter yang produktif, walaupun hasil karyaku masih bisa dihitung dengan jari. Tapi aku merasa senang, aku merasa menemukan dunia yang lain dimana aku bisa berimajinasi, berkreasi, menumpahkan semua rasa hati melalui lembaran kain flanel. Dan aku gembira. Selain aku...anak2ku juga bisa mulai belajar untuk berkreasi, menumpahkan idenya dalam sebuah karya yang walaupun tampak sederhana tapi begitu berarti untuk perkembangan jiwanya. Setidaknya itu menurutku.

bt: Titik Indrawati



craft story by Rizqa Fhiqa Nirmala


aq mulai belajar kreasi dri bhan flanel sekitar setahun yg lalu...Awalnya aq belajar sma temen aq yg bernama Reni,aq di ajarkan menjahit,memotong pola dan menempel kreasi biar lbih hidup dan lbih kreasi lg...
Aq belajar menjahit g lama,butuh waktu skitar 8 bulan aja mba sofi(ups 8 bln itu lama ya mba,,..hehehe)..
Dri situ aq bisa menghasilkan suatu kreasi mba di antara'a dompet,pouch hp,bros,jepit rambut,kotak tissue dll...
Dan sampe skrng aq pun msih trs belajar mba,aq pengen bisa bikin topping sendiri hasil kreasi aq mba...

KARYA YANG BERBICARA

Menggeluti bidang craft merupakan sebuah pilihan karir yang tidak mudah untuk dijelaskan kepada orang lain. Sering kali craft ‘dianggap’ sebagai pekerjaan yang sepele, sekedar menyalurkan hobi, sampingan pengisi waktu luang, maupun hanya tambah-tambah uang saku atau belanja saja. Tak sedikit juga yang mendiskreditkan bahwa bidang ini adalah suatu hal yang tidak pasti alias tidak menjanjikan. Benarkah demikian? Tentu kita perlu melihat lebih jauh apakah bidang ini sebuah pilihan yang tepat untuk dijalani, mencoba memandangnya dari segala sisi.
Craft merupakan hasil karya seni kerajinan tangan yang dihasilkan seseorang melalui proses kreatif. Jelas, ini membutuhkan keseriusan dalam pengerjaannya. Dari produk yang dihasilkan, kita dapat melihat banyak komponen yang melatarbelakangi terciptanya sebuah produk. Mulai dari bahan (materials), alat yang digunakan, jenis barang, hingga nilai yang terkandung padanya. Apakah itu nilai seni, messages atau pesan yang ingin disampaikan, nilai fungsi/kegunaan hingga nilai jual. Karya yang paling sederhanapun tidak akan terlepas dari unsur-unsur tersebut. Jadi,craft sejatinya memang bukan hal yang remeh-temeh seperti anggapan
kebanyakan orang. Ada nilai lebih ketika sebuah benda seni tersebut tercipta. Oh ya, unsur paling penting sebenarnya adalah pengrajin (crafter) itu sendiri!

Ya, crafter adalah sebutan untuk kita para pengeajin yang memiliki ide, meng-create, dan mengerjakan produk-produk craft. Ia mengetahui seluk-beluk apa yang ia kerjakan. Sehingga, ia paham betul tiap detail yang ia butuhkan agar dapat mewujudkan karya yang maksimal. Crafter yang baik adalah ia yang mau belajar terus menerus, berusaha meningkatkan karyanya dari waktu ke waktu, selalu berinovasi dan tidak cepat puas dengan hasil karyanya hari ini. Motivasi yang tinggi juga memiliki peranan yang besar bagi kelangsungan karir sebagai seorang crafter. Memiliki keahlian tapi miskin motivasi, bisa dipastikan ia akan lebih cepat mati ide dalam berkarya. Setiap karya yang dihasilkan merupakan implementasi dari gagasan yang dituangkan. Apa yang ada dalam pikiran, dapat terbaca dari karya yang dihasilkan. Dari sini pula kita dapat mengidentifikasikan
ciri khas, karakter, bahkan melihat sisi kepribadian masing-masing crafter.

Sedikit ingin berbagi cerita tentang motivasi saya dalam membuat salah satu produk andalan saya, yaitu buku agenda bersampul kain flanel. Bukan sekedar buku agenda/diary biasa, keunikan dari produk saya ini adalah sampul agenda bagian depan saya hias dengan sentuhan kata-kata motivasi yang unik dan menggugah. Misalnya: GALAU- God Always Listening Always Understanding, Muhasabah, What’s on Your Mind?, Dare to be Different, For a Better Life, Life is Beautiful, Do It Your Self, Berkaca pada Hati, I’m Muslim and I’m Proud, dst. Ada juga kata-kata yang saya gunakan simpel tapi membuat orang yang melihat sebagai produk yang ‘gue banget’, seperti kata-kata: Special for you, Agenda Muslimah, My written, Catatan Hati, Catatan Perjalanan, My Diary,My Dreams, dst.

Mengapa saya tidak menghiasnya dengan aneka kreasi yang lucu-lucu seperti yang selama ini identik dari kain flanel? Itulah diferensiasi! Menampilkan sesuatu yang benar-benar orisinil, berbeda dan konsisten dalam membuatnya adalah kunci memperkuat branding product yang lain dari yang lain. Sehingga kita ahli, spesialis bagi produk kita sendiri. Agar kita tidak capek menjadi pengikut selera pasar. Sebagai alternatif, saya memberikan pilihan untuk desain tulisan bisa sesuai dengan pesanan pelanggan. Termasuk desain nama pribadi, hal ini saya lakukan dengan niat pada yang saya yakini. Yaitu, merealisasikan impian seseorang membuat saya yakin ini akan menjadi salah satu jalan bagi saya agar Allah mewujudkan pula impian saya. Entah bagaimana caranya.

Intinya, dalam berkarya kita harus memiliki sebuah motivasi mengapa kita mau membuatnya. Tidak hanya sekedar ikut-ikut tanpa tujuan yang jelas. Karena, seorang crafter yang profesional tentu memiliki tanggung jawab yang besar terhadap karyanya. Bebas namun memiliki batas, terbatas tapi optimal dalam berkarya. Saya sendiri dengan segala kerendahan hati ingin menyampaikan. Meski saya mengikrarkan diri menjadi seorang crafter yang membisniskan produknya, namun saya tetap memiliki sebuah idealisme yang saya pegang. Produk saya harus bermanfaat, bukan yang mengandung madharat. Menjadi ladang dakwah dan beribadah, syukur-syukur bernilai pahala. Murah, tapi tidak murahan. Tetap memperhatikan kualitas, bukan keuntungan pribadi saja.
Ada pesan yang ingin saya sampaikan, agar menjadikan karya yang dapat berbicara pada masyarakat yang mengapresiasinya.

Salam kreatif dan semangat untuk terus berkarya!

Bagaimana dengan anda? :)