Kali ini saya ingin share tentang “Craftypreneur”. Secara terminologi, istilah craftypreneur berasal dari kata craft yang bermakna kerajinan tangan dan entrepreneur (wirausaha). Jadi, craftypreneur adalah wirausahawan yang menekuni bisnis dari hasil kerajinan tangannya. Dengan menjadi seorang wirausahawan, produk-produk kreatif dari kerajinan tangan kita (utamanya produk flanel yang kita geluti) tidak hanya selesai menjadi hobi atau gift bagi orang-orang tercinta, namun juga bisa disulap menjadi rupiah.
Banyak crafter yang mengira, setelah membuat produk yang sangat bagus sekalipun, orang akan langsung berbondong-bondong membeli. Ya, mungkin saja itu terjadi jika anda sudah memiliki brand yang kuat dan produk anda dicari bahkan ditunggu-tunggu kehadirannya. Namun, jika anda adalah seorang pemula, bagaimana agar produk flanel anda yang “luar-biasa-bagusnya” tersebut sampai ke tangan masyarakat? Bagaimana membuat produk flanel anda dikenal? Bagaimana pula supaya karya anda dibeli orang?
Buka toko, donk! Hmm, ide yang lumayan bagus. Membuka sebuah gallery, showroom maupun woorkshop adalah pilihan yang baik untuk mengenalkan produk. Tapi, sebagai pemula, seberapa kuat modal kita untuk membangun sebuah toko? Toko dapat dibagi menjadi dua, toko offline (fisik) dan toko online. Keduanya membutuhkan modal awal untuk merintis dan menjalankannya.
Pertama, toko offline. Sebuah toko offline membutuhkan lokasi yang strategis. Ia bisa berupa sebuah bangunan toko yang dilengkapi dengan etalase, rak pajangan, dekorasi, pramuniaga, dan tentu saja barang dagangan. Semuanya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Cara ini bisa ditempuh jika modal dana kita kuat. Bulan-bulan pertama akan menjadi masa yang sulit, karena kita harus gencar promosi, serta mengejar target agar BEP (Break Event Point) alias balik modal.
Kedua, toko online. Toko online atau yang akrab disebut OS (Online Shop) adalah solusi untuk kita para pemula, yang memiliki keterbatasan dana untuk membuat toko fisik. Pada dasarnya kita harus memiliki sebuah wujud toko online. Ia bisa berupa website berbayar maupun gratis. Bisa pula berupa akun Facebook dan Fanpage Facebook (lebih disarakan menggunakan fanpage, karena menggunakan akun facebook untuk tujuan komersil termasuk penyalahgunaan akun facebook). Dengan memiliki toko online, kita bisa menjual hasil karya kita dalam bentuk katalog online. Alat untuk menjaring pelanggan adalah foto produk yang bagus. Perlengkapan lain yang harus kita siapkan adalah akses internet (handphone/laptop+modem), kamera, contact person,rekening bank, dan tentu saja barang dagangan kita! Yang tak kalah penting dalam berbisnis online shop adalah kewaspadaan dan membangun
kepercayaan pelanggan.
Ada yang mengatakan, memproduksi barang lebih mudah daripada memasarkan. Logikanya, setiap orang mampu membuat barang, baik yang diproduksi sendiri maupun mempekerjakan karyawan. Kita tinggal menyediakan ide kreasi, bahan baku, tempat, waktu, dan tenaga, kita bisa memproduksi sebanyak-banyaknya. Lain dengan memasarkan. Pemasaran membutuhkan faktor-faktor lain seperti: mental, kecakapan dalam mejual, menjaring pelanggan, berinteraksi denan calon pembeli, hingga mendapatkan “deal” penjualan. Dana promosi juga memerlukan anggaran khusus seperti untuk memasang iklan, membuat banner/pamflet untuk toko offline. Biaya internet, sewa domain+hosting, dan beli kamera yang bagus guna pemotretan produk untuk toko online.
Karena itulah, tantangan kita sebagai felt crafter yang juga pebisnis adalah bagaimana kita bisa “menjual” karya kita. Dengan memiliki keterampilan dalam memasarkan, kita bisa disebut sebagai craftypreneur. Perpaduan antara seorang crafter yang menghasilkan produk bagus, dengan jiwa entrepreneurship yang memiliki inisiatif untuk mandiri dan kaya. Crafter yang bisa menjual hasil karyanya kepada masyarakat dan atau memimpin sebuah tim pemasaran. Tanpa ada usaha untuk mengenalkan produk kita kepada masyarakat, produk felt craft kita hanya akan berhenti sebagai karya seni yang diam. Tidak ada yang tahu kita bisa membuat produk yang brilian.Begitupun dalam menjual, sejatinya kita butuh produk yang bernilai jual dan diburu orang. Bukan produk sembarangan. Craft dan entrepreneur, keduanya bersinergi menjadi sesuatu yang luar biasa dan mendorong kita berkembang menjadi seorang crafter yang sukses.
Sudah siap menjadi seorang craftypreneur?
Go Crafter! Crafter luar biasa! Entrepreneur, pasti bisa!
Salam kreatif,
— di Kabupaten Ponorogo.
Kali ini saya ingin share tentang “Craftypreneur”. Secara terminologi, istilah craftypreneur berasal dari kata craft yang bermakna kerajinan tangan dan entrepreneur (wirausaha). Jadi, craftypreneur adalah wirausahawan yang menekuni bisnis dari hasil kerajinan tangannya. Dengan menjadi seorang wirausahawan, produk-produk kreatif dari kerajinan tangan kita (utamanya produk flanel yang kita geluti) tidak hanya selesai menjadi hobi atau gift bagi orang-orang tercinta, namun juga bisa disulap menjadi rupiah.
Banyak crafter yang mengira, setelah membuat produk yang sangat bagus sekalipun, orang akan langsung berbondong-bondong membeli. Ya, mungkin saja itu terjadi jika anda sudah memiliki brand yang kuat dan produk anda dicari bahkan ditunggu-tunggu kehadirannya. Namun, jika anda adalah seorang pemula, bagaimana agar produk flanel anda yang “luar-biasa-bagusnya” tersebut sampai ke tangan masyarakat? Bagaimana membuat produk flanel anda dikenal? Bagaimana pula supaya karya anda dibeli orang?
Buka toko, donk! Hmm, ide yang lumayan bagus. Membuka sebuah gallery, showroom maupun woorkshop adalah pilihan yang baik untuk mengenalkan produk. Tapi, sebagai pemula, seberapa kuat modal kita untuk membangun sebuah toko? Toko dapat dibagi menjadi dua, toko offline (fisik) dan toko online. Keduanya membutuhkan modal awal untuk merintis dan menjalankannya.
Pertama, toko offline. Sebuah toko offline membutuhkan lokasi yang strategis. Ia bisa berupa sebuah bangunan toko yang dilengkapi dengan etalase, rak pajangan, dekorasi, pramuniaga, dan tentu saja barang dagangan. Semuanya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Cara ini bisa ditempuh jika modal dana kita kuat. Bulan-bulan pertama akan menjadi masa yang sulit, karena kita harus gencar promosi, serta mengejar target agar BEP (Break Event Point) alias balik modal.
Kedua, toko online. Toko online atau yang akrab disebut OS (Online Shop) adalah solusi untuk kita para pemula, yang memiliki keterbatasan dana untuk membuat toko fisik. Pada dasarnya kita harus memiliki sebuah wujud toko online. Ia bisa berupa website berbayar maupun gratis. Bisa pula berupa akun Facebook dan Fanpage Facebook (lebih disarakan menggunakan fanpage, karena menggunakan akun facebook untuk tujuan komersil termasuk penyalahgunaan akun facebook). Dengan memiliki toko online, kita bisa menjual hasil karya kita dalam bentuk katalog online. Alat untuk menjaring pelanggan adalah foto produk yang bagus. Perlengkapan lain yang harus kita siapkan adalah akses internet (handphone/laptop+modem), kamera, contact person,rekening bank, dan tentu saja barang dagangan kita! Yang tak kalah penting dalam berbisnis online shop adalah kewaspadaan dan membangun
kepercayaan pelanggan.
Ada yang mengatakan, memproduksi barang lebih mudah daripada memasarkan. Logikanya, setiap orang mampu membuat barang, baik yang diproduksi sendiri maupun mempekerjakan karyawan. Kita tinggal menyediakan ide kreasi, bahan baku, tempat, waktu, dan tenaga, kita bisa memproduksi sebanyak-banyaknya. Lain dengan memasarkan. Pemasaran membutuhkan faktor-faktor lain seperti: mental, kecakapan dalam mejual, menjaring pelanggan, berinteraksi denan calon pembeli, hingga mendapatkan “deal” penjualan. Dana promosi juga memerlukan anggaran khusus seperti untuk memasang iklan, membuat banner/pamflet untuk toko offline. Biaya internet, sewa domain+hosting, dan beli kamera yang bagus guna pemotretan produk untuk toko online.
Karena itulah, tantangan kita sebagai felt crafter yang juga pebisnis adalah bagaimana kita bisa “menjual” karya kita. Dengan memiliki keterampilan dalam memasarkan, kita bisa disebut sebagai craftypreneur. Perpaduan antara seorang crafter yang menghasilkan produk bagus, dengan jiwa entrepreneurship yang memiliki inisiatif untuk mandiri dan kaya. Crafter yang bisa menjual hasil karyanya kepada masyarakat dan atau memimpin sebuah tim pemasaran. Tanpa ada usaha untuk mengenalkan produk kita kepada masyarakat, produk felt craft kita hanya akan berhenti sebagai karya seni yang diam. Tidak ada yang tahu kita bisa membuat produk yang brilian.Begitupun dalam menjual, sejatinya kita butuh produk yang bernilai jual dan diburu orang. Bukan produk sembarangan. Craft dan entrepreneur, keduanya bersinergi menjadi sesuatu yang luar biasa dan mendorong kita berkembang menjadi seorang crafter yang sukses.
Sudah siap menjadi seorang craftypreneur?
Go Crafter! Crafter luar biasa! Entrepreneur, pasti bisa!
Salam kreatif,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar