Menggeluti bidang craft merupakan sebuah pilihan karir yang tidak mudah untuk dijelaskan kepada orang lain. Sering kali craft ‘dianggap’ sebagai pekerjaan yang sepele, sekedar menyalurkan hobi, sampingan pengisi waktu luang, maupun hanya tambah-tambah uang saku atau belanja saja. Tak sedikit juga yang mendiskreditkan bahwa bidang ini adalah suatu hal yang tidak pasti alias tidak menjanjikan. Benarkah demikian? Tentu kita perlu melihat lebih jauh apakah bidang ini sebuah pilihan yang tepat untuk dijalani, mencoba memandangnya dari segala sisi.
Craft merupakan hasil karya seni kerajinan tangan yang dihasilkan seseorang melalui proses kreatif. Jelas, ini membutuhkan keseriusan dalam pengerjaannya. Dari produk yang dihasilkan, kita dapat melihat banyak komponen yang melatarbelakangi terciptanya sebuah produk. Mulai dari bahan (materials), alat yang digunakan, jenis barang, hingga nilai yang terkandung padanya. Apakah itu nilai seni, messages atau pesan yang ingin disampaikan, nilai fungsi/kegunaan hingga nilai jual. Karya yang paling sederhanapun tidak akan terlepas dari unsur-unsur tersebut. Jadi,craft sejatinya memang bukan hal yang remeh-temeh seperti anggapan
kebanyakan orang. Ada nilai lebih ketika sebuah benda seni tersebut tercipta. Oh ya, unsur paling penting sebenarnya adalah pengrajin (crafter) itu sendiri!
Ya, crafter adalah sebutan untuk kita para pengeajin yang memiliki ide, meng-create, dan mengerjakan produk-produk craft. Ia mengetahui seluk-beluk apa yang ia kerjakan. Sehingga, ia paham betul tiap detail yang ia butuhkan agar dapat mewujudkan karya yang maksimal. Crafter yang baik adalah ia yang mau belajar terus menerus, berusaha meningkatkan karyanya dari waktu ke waktu, selalu berinovasi dan tidak cepat puas dengan hasil karyanya hari ini. Motivasi yang tinggi juga memiliki peranan yang besar bagi kelangsungan karir sebagai seorang crafter. Memiliki keahlian tapi miskin motivasi, bisa dipastikan ia akan lebih cepat mati ide dalam berkarya. Setiap karya yang dihasilkan merupakan implementasi dari gagasan yang dituangkan. Apa yang ada dalam pikiran, dapat terbaca dari karya yang dihasilkan. Dari sini pula kita dapat mengidentifikasikan
ciri khas, karakter, bahkan melihat sisi kepribadian masing-masing crafter.
Sedikit ingin berbagi cerita tentang motivasi saya dalam membuat salah satu produk andalan saya, yaitu buku agenda bersampul kain flanel. Bukan sekedar buku agenda/diary biasa, keunikan dari produk saya ini adalah sampul agenda bagian depan saya hias dengan sentuhan kata-kata motivasi yang unik dan menggugah. Misalnya: GALAU- God Always Listening Always Understanding, Muhasabah, What’s on Your Mind?, Dare to be Different, For a Better Life, Life is Beautiful, Do It Your Self, Berkaca pada Hati, I’m Muslim and I’m Proud, dst. Ada juga kata-kata yang saya gunakan simpel tapi membuat orang yang melihat sebagai produk yang ‘gue banget’, seperti kata-kata: Special for you, Agenda Muslimah, My written, Catatan Hati, Catatan Perjalanan, My Diary,My Dreams, dst.
Mengapa saya tidak menghiasnya dengan aneka kreasi yang lucu-lucu seperti yang selama ini identik dari kain flanel? Itulah diferensiasi! Menampilkan sesuatu yang benar-benar orisinil, berbeda dan konsisten dalam membuatnya adalah kunci memperkuat branding product yang lain dari yang lain. Sehingga kita ahli, spesialis bagi produk kita sendiri. Agar kita tidak capek menjadi pengikut selera pasar. Sebagai alternatif, saya memberikan pilihan untuk desain tulisan bisa sesuai dengan pesanan pelanggan. Termasuk desain nama pribadi, hal ini saya lakukan dengan niat pada yang saya yakini. Yaitu, merealisasikan impian seseorang membuat saya yakin ini akan menjadi salah satu jalan bagi saya agar Allah mewujudkan pula impian saya. Entah bagaimana caranya.
Intinya, dalam berkarya kita harus memiliki sebuah motivasi mengapa kita mau membuatnya. Tidak hanya sekedar ikut-ikut tanpa tujuan yang jelas. Karena, seorang crafter yang profesional tentu memiliki tanggung jawab yang besar terhadap karyanya. Bebas namun memiliki batas, terbatas tapi optimal dalam berkarya. Saya sendiri dengan segala kerendahan hati ingin menyampaikan. Meski saya mengikrarkan diri menjadi seorang crafter yang membisniskan produknya, namun saya tetap memiliki sebuah idealisme yang saya pegang. Produk saya harus bermanfaat, bukan yang mengandung madharat. Menjadi ladang dakwah dan beribadah, syukur-syukur bernilai pahala. Murah, tapi tidak murahan. Tetap memperhatikan kualitas, bukan keuntungan pribadi saja.
Ada pesan yang ingin saya sampaikan, agar menjadikan karya yang dapat berbicara pada masyarakat yang mengapresiasinya.
Menggeluti bidang craft merupakan sebuah pilihan karir yang tidak mudah untuk dijelaskan kepada orang lain. Sering kali craft ‘dianggap’ sebagai pekerjaan yang sepele, sekedar menyalurkan hobi, sampingan pengisi waktu luang, maupun hanya tambah-tambah uang saku atau belanja saja. Tak sedikit juga yang mendiskreditkan bahwa bidang ini adalah suatu hal yang tidak pasti alias tidak menjanjikan. Benarkah demikian? Tentu kita perlu melihat lebih jauh apakah bidang ini sebuah pilihan yang tepat untuk dijalani, mencoba memandangnya dari segala sisi.
Craft merupakan hasil karya seni kerajinan tangan yang dihasilkan seseorang melalui proses kreatif. Jelas, ini membutuhkan keseriusan dalam pengerjaannya. Dari produk yang dihasilkan, kita dapat melihat banyak komponen yang melatarbelakangi terciptanya sebuah produk. Mulai dari bahan (materials), alat yang digunakan, jenis barang, hingga nilai yang terkandung padanya. Apakah itu nilai seni, messages atau pesan yang ingin disampaikan, nilai fungsi/kegunaan hingga nilai jual. Karya yang paling sederhanapun tidak akan terlepas dari unsur-unsur tersebut. Jadi,craft sejatinya memang bukan hal yang remeh-temeh seperti anggapan
kebanyakan orang. Ada nilai lebih ketika sebuah benda seni tersebut tercipta. Oh ya, unsur paling penting sebenarnya adalah pengrajin (crafter) itu sendiri!
Ya, crafter adalah sebutan untuk kita para pengeajin yang memiliki ide, meng-create, dan mengerjakan produk-produk craft. Ia mengetahui seluk-beluk apa yang ia kerjakan. Sehingga, ia paham betul tiap detail yang ia butuhkan agar dapat mewujudkan karya yang maksimal. Crafter yang baik adalah ia yang mau belajar terus menerus, berusaha meningkatkan karyanya dari waktu ke waktu, selalu berinovasi dan tidak cepat puas dengan hasil karyanya hari ini. Motivasi yang tinggi juga memiliki peranan yang besar bagi kelangsungan karir sebagai seorang crafter. Memiliki keahlian tapi miskin motivasi, bisa dipastikan ia akan lebih cepat mati ide dalam berkarya. Setiap karya yang dihasilkan merupakan implementasi dari gagasan yang dituangkan. Apa yang ada dalam pikiran, dapat terbaca dari karya yang dihasilkan. Dari sini pula kita dapat mengidentifikasikan
ciri khas, karakter, bahkan melihat sisi kepribadian masing-masing crafter.
Sedikit ingin berbagi cerita tentang motivasi saya dalam membuat salah satu produk andalan saya, yaitu buku agenda bersampul kain flanel. Bukan sekedar buku agenda/diary biasa, keunikan dari produk saya ini adalah sampul agenda bagian depan saya hias dengan sentuhan kata-kata motivasi yang unik dan menggugah. Misalnya: GALAU- God Always Listening Always Understanding, Muhasabah, What’s on Your Mind?, Dare to be Different, For a Better Life, Life is Beautiful, Do It Your Self, Berkaca pada Hati, I’m Muslim and I’m Proud, dst. Ada juga kata-kata yang saya gunakan simpel tapi membuat orang yang melihat sebagai produk yang ‘gue banget’, seperti kata-kata: Special for you, Agenda Muslimah, My written, Catatan Hati, Catatan Perjalanan, My Diary,My Dreams, dst.
Mengapa saya tidak menghiasnya dengan aneka kreasi yang lucu-lucu seperti yang selama ini identik dari kain flanel? Itulah diferensiasi! Menampilkan sesuatu yang benar-benar orisinil, berbeda dan konsisten dalam membuatnya adalah kunci memperkuat branding product yang lain dari yang lain. Sehingga kita ahli, spesialis bagi produk kita sendiri. Agar kita tidak capek menjadi pengikut selera pasar. Sebagai alternatif, saya memberikan pilihan untuk desain tulisan bisa sesuai dengan pesanan pelanggan. Termasuk desain nama pribadi, hal ini saya lakukan dengan niat pada yang saya yakini. Yaitu, merealisasikan impian seseorang membuat saya yakin ini akan menjadi salah satu jalan bagi saya agar Allah mewujudkan pula impian saya. Entah bagaimana caranya.
Intinya, dalam berkarya kita harus memiliki sebuah motivasi mengapa kita mau membuatnya. Tidak hanya sekedar ikut-ikut tanpa tujuan yang jelas. Karena, seorang crafter yang profesional tentu memiliki tanggung jawab yang besar terhadap karyanya. Bebas namun memiliki batas, terbatas tapi optimal dalam berkarya. Saya sendiri dengan segala kerendahan hati ingin menyampaikan. Meski saya mengikrarkan diri menjadi seorang crafter yang membisniskan produknya, namun saya tetap memiliki sebuah idealisme yang saya pegang. Produk saya harus bermanfaat, bukan yang mengandung madharat. Menjadi ladang dakwah dan beribadah, syukur-syukur bernilai pahala. Murah, tapi tidak murahan. Tetap memperhatikan kualitas, bukan keuntungan pribadi saja.
Ada pesan yang ingin saya sampaikan, agar menjadikan karya yang dapat berbicara pada masyarakat yang mengapresiasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar