Assalamu'alaikum warrohmatullahi wabarokatuh
**Masih tak layak menyandang gelar crafter**
Begitu banyak yang terlintas ketika berpikir tentang craft. Mulai dari mana saya pun tak tau. Yang jelas sekarang saya seperti addicted. Yang terpikir cuma kreasi, kreasi, kreasi (sering muncul ketika memejamkan mata) dan dana alias doku untuk bahan craft supaya 'layak' (yang ini pasti 99% crafter sealiran dengan saya, hihiii).
Ehhmmm,, mungkin berawal dari sini...
Suka sekali lihat my little princess pake sesuatu yang indah dikepala mungilnya. Setiap lewat di toko aksesoris bisa dipastikan mampir meski tak selalu beli. Sekedar mengagumi dan berpikir bagaimana mereka bisa membuat pernik-pernik seindah ini. Dan tiba-tiba,, cling! Sebuah ide muncul melebihi kecepatan cahaya. Dan bim salabim. Tangan kreatif
diatas huruf-huruf hp, order sana sini via online. Kalau kepepet beli di offline meski harga berkali-kali lipat (demi kamu craft,,) dan mulai membuat sesuatu yang paling simple. Berterimakasih dengan sist Faulina Kurniati yang mau berbagi ilmu dan tenaga untuk mencarikan beberapa bahan yang saya perlukan dan tutorial melalui bros pita organdi yang
saya pesan pertama kali. Membuatnya tak semudah yang terlihat. Ga rapih itu sudah pasti. Bongkar pasang, iya. Tanya sana sini dengan para master crafter minta pencerahan sampai 'jelek'. Coba, coba dan coba lagi. Kadang ada juga rasa jengkel ketika tangan sudah ribet gunting-gunting, ngelem, jahit, plus ada tangan-tangan mungil yang ikutan 'nyemplung'.
Nyusui sambil ng-felt sangat sering terjadi. Ga jarang juga kena amnesia kalau jarum jahit masih nempel di celana padahal si baby sering minta dipangku (untungnya ya ga kena, heee). Makanya perlu siasat dan strategi dengan ayunan agar bayi bisa pulas dan,, horeeee...!!Emaknya freedom nge-felt (maafkan ibu yaaa sayang... 0_-). Bukan tak sayang tapi apa daya ibu sudah kadung kepelet.
Bicara soal dana yuk. Berapa dana yang sudah kamu keluarkan untuk bahan craft??Tentu tak ada yang bisa menjawab pasti. Begitu juga dengan saya. Istilahnya unlimited budget >.
Belanja bahan craft takkan ada ujungnya. Mengikis-ngikis isi dompet, tas, lemari,, (sekali lagi) semua demi kamu craft. Bahkan saya bisa mengibaratkan, rela makan tahu tempe ikan asin asal kebutuhan craft terpenuhi dan tetap bisa senam jari. Bisa dibilang hati saya akan terasanyeri...nyeri...nyeri.. (dilaguin dangdut) kalau sampai apa yang ada dikepala hanya bisa sebagai imajinasi tanpa bisa berkreasi. Sakit ati pisan euyy.
Impian saya, kelak apa yang sudah saya rintis tertatih-tatih ini bisa diwariskan ke anak cucu cicit. Sehingga usaha ini @least takkan gulung tikar. Kalau bisa di Pelaihari ini akan jadi usaha craft perdana dan terunik satu-satunya. Aamiin.
Inilah sekelumit, hanya sekian persen dari kisah nyata dan impian saya di bidang craft. Kalau saya tuangkan semua, takutnya si pembaca akan terlena dan terbawa mimpi sampai berhari-hari,, ^_^ (pede amat)
Terimakasih sudah meluangkan waktu sampai habis membaca artikel dari kisah nyata saya. Semoga yang baca dan saya pribadi bisa tetap exist, semakin berkah, sukses dan nantinya bisa naik haji barengan. Aamiin aamiin aamiin Ya Robbal 'alamiin.
Ganbate!
Cahyo!
Semangat!
Luv u all my sist@... ^__^
Wassalamuaalaikum warrohmatullahi wabarokatuuh.
**Masih tak layak menyandang gelar crafter**
Begitu banyak yang terlintas ketika berpikir tentang craft. Mulai dari mana saya pun tak tau. Yang jelas sekarang saya seperti addicted. Yang terpikir cuma kreasi, kreasi, kreasi (sering muncul ketika memejamkan mata) dan dana alias doku untuk bahan craft supaya 'layak' (yang ini pasti 99% crafter sealiran dengan saya, hihiii).
Ehhmmm,, mungkin berawal dari sini...
Suka sekali lihat my little princess pake sesuatu yang indah dikepala mungilnya. Setiap lewat di toko aksesoris bisa dipastikan mampir meski tak selalu beli. Sekedar mengagumi dan berpikir bagaimana mereka bisa membuat pernik-pernik seindah ini. Dan tiba-tiba,, cling! Sebuah ide muncul melebihi kecepatan cahaya. Dan bim salabim. Tangan kreatif
diatas huruf-huruf hp, order sana sini via online. Kalau kepepet beli di offline meski harga berkali-kali lipat (demi kamu craft,,) dan mulai membuat sesuatu yang paling simple. Berterimakasih dengan sist Faulina Kurniati yang mau berbagi ilmu dan tenaga untuk mencarikan beberapa bahan yang saya perlukan dan tutorial melalui bros pita organdi yang
saya pesan pertama kali. Membuatnya tak semudah yang terlihat. Ga rapih itu sudah pasti. Bongkar pasang, iya. Tanya sana sini dengan para master crafter minta pencerahan sampai 'jelek'. Coba, coba dan coba lagi. Kadang ada juga rasa jengkel ketika tangan sudah ribet gunting-gunting, ngelem, jahit, plus ada tangan-tangan mungil yang ikutan 'nyemplung'.
Nyusui sambil ng-felt sangat sering terjadi. Ga jarang juga kena amnesia kalau jarum jahit masih nempel di celana padahal si baby sering minta dipangku (untungnya ya ga kena, heee). Makanya perlu siasat dan strategi dengan ayunan agar bayi bisa pulas dan,, horeeee...!!Emaknya freedom nge-felt (maafkan ibu yaaa sayang... 0_-). Bukan tak sayang tapi apa daya ibu sudah kadung kepelet.
Bicara soal dana yuk. Berapa dana yang sudah kamu keluarkan untuk bahan craft??Tentu tak ada yang bisa menjawab pasti. Begitu juga dengan saya. Istilahnya unlimited budget >.
Belanja bahan craft takkan ada ujungnya. Mengikis-ngikis isi dompet, tas, lemari,, (sekali lagi) semua demi kamu craft. Bahkan saya bisa mengibaratkan, rela makan tahu tempe ikan asin asal kebutuhan craft terpenuhi dan tetap bisa senam jari. Bisa dibilang hati saya akan terasanyeri...nyeri...nyeri.. (dilaguin dangdut) kalau sampai apa yang ada dikepala hanya bisa sebagai imajinasi tanpa bisa berkreasi. Sakit ati pisan euyy.
Impian saya, kelak apa yang sudah saya rintis tertatih-tatih ini bisa diwariskan ke anak cucu cicit. Sehingga usaha ini @least takkan gulung tikar. Kalau bisa di Pelaihari ini akan jadi usaha craft perdana dan terunik satu-satunya. Aamiin.
Inilah sekelumit, hanya sekian persen dari kisah nyata dan impian saya di bidang craft. Kalau saya tuangkan semua, takutnya si pembaca akan terlena dan terbawa mimpi sampai berhari-hari,, ^_^ (pede amat)
Terimakasih sudah meluangkan waktu sampai habis membaca artikel dari kisah nyata saya. Semoga yang baca dan saya pribadi bisa tetap exist, semakin berkah, sukses dan nantinya bisa naik haji barengan. Aamiin aamiin aamiin Ya Robbal 'alamiin.
Ganbate!
Cahyo!
Semangat!
Luv u all my sist@... ^__^
Wassalamuaalaikum warrohmatullahi wabarokatuuh.
Cahyo!
Semangat!
Luv u all my sist@... ^__^
Wassalamuaalaikum warrohmatullahi wabarokatuuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar